<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sidenreng.com &#187; tumor</title>
	<atom:link href="http://www.sidenreng.com/tag/tumor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sidenreng.com</link>
	<description>Free Medical Articles, Downloads, Informations, News, Guides, Tips and Tricks, and more</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Apr 2011 16:01:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kanker Cerviks</title>
		<link>http://www.sidenreng.com/medical/kanker-cerviks/</link>
		<comments>http://www.sidenreng.com/medical/kanker-cerviks/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 08:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medical]]></category>
		<category><![CDATA[referat]]></category>
		<category><![CDATA[Cerviks]]></category>
		<category><![CDATA[Kenker]]></category>
		<category><![CDATA[tumor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sidenreng.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[ *) Ashadi I. PENDAHULUAN Cerviks adalah porsio paling rendah dari uterus yang menonjol ke dalam vagina. Cerviks normalnya terbuka untuk sperma agar bisa mengalir ke dalamnya dan darah haid untuk mengalir keluar. Pada waktu pembukaan secara normal sangat sempit, yakni sekitar 4 inci ( 10 cm.) ke samping selama bekerja untuk memungkinkan kelahiran bayi. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"> *) Ashadi</span></p>
<p><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"></span></strong><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%">I.<span> </span>PENDAHULUAN</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"><o:p></o:p></span></strong><span style="color: black">Cerviks adalah porsio paling rendah dari uterus yang menonjol ke dalam vagina. Cerviks normalnya terbuka untuk sperma agar bisa mengalir ke dalamnya dan darah haid untuk mengalir keluar. Pada waktu pembukaan secara normal sangat sempit, yakni sekitar 4 inci ( 10 cm.) ke samping selama bekerja untuk memungkinkan kelahiran bayi. <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Ada</st1:place></st1:city> otot cerviks kuat di sekitar dasar cerviks yang membuka untuk menjaga penutupannya.<o:p></o:p></span></p>
<p style="margin-left: 28.05pt; text-indent: 0.5in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal"><span style="color: black">Secara normal cerviks berhenti bertumbuh pada masa pubertas, tetapi sel-selnya akan tetap bekerja untuk menggantikan sel yang mati disebabkan oleh umur yang tua atau rusak. Ketika beberapa bagian dari sel cerviks untuk menggantikan sel tua atau yang rusak menjadi normal, prosesnya akan diawasi secara ketat. Kadang-Kadang suatu sel abnormal mungkin akan berkembang dan tak bisa dikuasai dan inilah yang akan kemudian membentuk suatu tumor. Suatu tumor biasanya berbentuk seperti benjolan, dan tidak mesti berarti kanker karena kebanyakan benjolan bukan kanker. Jika suatu tumor hanya berkembang dalam area lokal, itu disebut benigna dan bukan kanker, sedangkan jika tumor mempunyai kemampuan untuk menyebar ke area lain di seluruh tubuh, maka disebut maligna dan ini merupakan kanker. Kanker cerviks dimulai hanya oleh satu sel tunggal, tetapi sel ini dengan cepat berkembang membentuk banyak sel kanker yang serupa, yang masing-masing berkembang lagi. Secepatnya, jika tidak diobati, sel-sel ini akan mendorong sel normal keluar, maka tumbuhlah suatu tumor yang besar, dan menyebar ke area tubuh lain hingga akhirnya membunuh pasien tersebut.</span><span id="more-27"></span></p>
<p><span style="font-size: 12pt"><span></span><o:p></o:p></span><strong>II.<span> </span>INSIDENS<o:p></o:p></strong><span style="color: black">Setiap tahunnya di Amerika Serikat sekitar 14,500 pasien baru menderita kanker cerviks dan mengakibatkan kematian sekitar 8,000 wanita. Pre-kanker dalam cerviks jauh lebih umum, mempengaruhi sekitar 59,000 Wanita-Wanita Amerika setiap tahun dan ditunjukkan oleh suatu pap smear yang abnormal. Pada beberapa pasien, pre-kanker dalam cerviks dapat berubah dan berkembang menjadi kanker cerviks. Rata-rata umur pasien adalah 50 tahun, tetapi penyakit telah dilihat pada pasien berumur dari 17 sampai 90 tahun.<o:p></o:p></span><span style="color: black"><o:p></o:p></span><strong>III.<span> </span>ETIOLOGI<o:p></o:p></strong><span style="color: black">Seperti umumnya kanker yang lain, penyebab kanker cerviks belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang bisa menjadi faktor resiko, di antaranya :<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>1)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">Wanita merupakan faktor resiko paling besar untuk kanker yang cerviks.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>2)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">Kelompok pasangan seksual (Pria) yang berganti-ganti.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>3)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">Pasangan seksual yang belum disirkum.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>4)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">Virus yang menular secara seksual seperti Human Papilloma Virus (HPV), ditemukan pada sekitar 50% pasien.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>5)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">Status sosial ekonomi rendah.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>6)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Penyakit system kekebalan tubuh seperti AIDS.<span style="color: black"><o:p></o:p></span><o:p></o:p><o:p></o:p><strong>IV. <span></span>KLASIFIKASI<o:p></o:p></strong><st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on"><span style="color: black">Ada</span></st1:place></st1:city><span style="color: black"> beberapa tipe dari kanker cerviks, dan perawatan yang mungkin berbeda tiap tipe :<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>1)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">Karsinoma sel skuamosa merupakan jenis yang paling umum, sekitar 85% dari kanker cerviks yang berada pada daerah paling luar dari porsio cerviks yang menonjol ke dalam vagina itu. Dan ini sebenarnya merupakan variasi klasik dari kanker cerviks.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>2)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">Adenokarsinoma yang meliputi sekitar 10% kasus dan cenderung meningkat. Ini bearawal pada bagian yang lebih dalam dari porsio cerviks, dari jenis yang sama dengan lapisan sel uterus. Clear cell kanker adalah suatu subtype adenokarsinoma.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>3)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">Tipe mixed meliputi 4 % dan termemasuk <span></span>adenosquamous ( dengan unsur-unsur adenokarsinoma dan Karsinoma sel skuamosa ) dan Glassy cell kanker.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>4)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">Tipe yang jarang ( kurang dari 1%) termemasuk kanker neuroendokrin ( Carcinoid dan Small sel) yang mirip dengan kanker paru-paru dan traktus digestivus, lymphomas (timbul dari sel imun) dan sarkomas ( timbul dari lemak, sel otot atau tulang rawan). Kanker mungkin menyebar ke cerviks dari area yang lain.<o:p></o:p></span><span style="color: black">Kanker cerviks merupakan salah satu dari kanker atau jenis yang paling umum pada wanita-wanita muda dan masuk banyak variasi. Kebetulan, riset terbaru telah membantu meningkatkan survival dan memberi harapan yang lebih dari yang pernah ada sebelumnya bagi mereka yang terkena kanker cerviks.<o:p></o:p></span><span style="color: black"><o:p></o:p></span><span style="color: black"><o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span>V.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong>DIAGNOSIS<o:p></o:p></strong>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"><span>a.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span></em></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%">Gejala Klinik<o:p></o:p></span></em></strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%">Permulaan dari kanker serviks biasanya tidak mempunyai gejala, perlu pendeteksian lebih awal. Gejala nyata yang paling umum adalah :<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"><span>1)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-size: 12pt; line-height: 200%">Pendarahan ke dalam vagina; permukaan dari cerviks sangat lembut dan tumor dapat mudah berdarah. Sebenarnya, jika seorang perempuan mempunyai pendarahan vagina yang baru setelah menopause, total kemungkinan kanker kandungan adalah sekitar 30%, dengan 15% kanker cerviks.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"><span>2)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-size: 12pt; line-height: 200%">Vaginal Discharge, sering dari suatu kesalahan membaui dan warna hijau atau kuning. lebih mungkin suatu infeksi/peradangan, tetapi harus diselidiki.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"><span>3)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-size: 12pt; line-height: 200%">Nyeri pada cerviks , yang terasa ketika suatu tampon, jari atau penis dimasukkan ke dalam vagina itu. <o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"><span>4)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-size: 12pt; line-height: 200%">Gejala pada urine dilihat dengan mempercepat penyakit, tumor yang menyerang ke dalam vagina, dan secepatnya dapat menyumbat saluran kencing dan biasanya disebut<span> </span>uremia serta merupakan penyebab kematian paling umum dari kanker cerviks.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"><span>5)<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="font-size: 12pt; line-height: 200%">Tanda penyebaran ke area lain dari tubuh termasuk pembesaran kelenjar getah bening dalam groin atau area tulang selangka (Virchow&#8217;s node) atau ketiak kiri (Irishe&#8217;s node). Terutama mungkin tersebar ke tulang, hati, paru-paru dan kelainan otak.<o:p></o:p></span><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"><o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"><span>b.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span></em></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%">Laboratorium<o:p></o:p></span></em></strong></p>
<p style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Suatu Pap smear harus dilakukan pada tiap-tiap pasien yang diusulkan untuk mempunyai suatu hasil diagnosa kanker cerviks.</p>
<p style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Pasien harus disebut suatu dokter ahli kandungan untuk colposcopy, biopsi yang langsung, dan endocervical curettage.</p>
<p style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Mengikuti hasil diagnosa yang dibuat, sel darah lengkap dan kimia darah yang berkenaan dengan ginjal dan fungsi hati harus diusulkan untuk mencari kelainan dari metastase penyakit yang mungkin.</p>
<p>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"><span>c.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span></em></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><em><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%">Radiologi<o:p></o:p></span></em></strong></p>
<p style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Setelah hasil diagnosa dibuat, perlu suatu hasil foto..</p>
<p style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Suatu gambar hasil foto toraks dada harus diperoleh untuk membantu mengesampingkan metastasis yang berkenaan dengan paru-paru.</p>
<p style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;CT scan tulang panggul dan abdomen dilakukan untuk mencari metastasis dalam hati, nodus lymphatikus, atau organ tubuh lain dan untuk membantu mengesampingkan hydronephrosis/hydroureter.</p>
<p style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Pada pasien dengan tumor utama yang besar sekali ukurannya, enema barium dapat digunakan untuk mengevaluasi tekanan yang berhubungan dengan dubur yang disebabkan oleh keadaan luar dari <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">massa</st1:place></st1:city> yang cerviks itu.</p>
<p><strong><em><span style="font-size: 12pt"><o:p></o:p></span></em></strong><strong><em><span style="font-size: 12pt"><o:p></o:p></span></em></strong><strong><em><span style="font-size: 12pt"><o:p></o:p></span></em></strong><strong><em><span style="font-size: 12pt"><o:p></o:p></span></em></strong><strong><em><span style="font-size: 12pt"><o:p></o:p></span></em></strong><strong><em><span style="font-size: 12pt"><o:p></o:p></span></em></strong><strong><em><span style="font-size: 12pt"><o:p></o:p></span></em></strong><strong><em><span style="font-size: 12pt"><o:p></o:p></span></em></strong>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span>VI.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong>PENATALAKSANAAN<o:p></o:p></strong></p>
<p style="margin-left: 28.05pt; text-indent: 37.4pt; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">Terapi kanker cerviks bervariasi sesuai dengan dengan stadium penyakit tersebut. Untuk kanker invasive yang dini seperti stadium Ia, surgery adalah terapi pilihan pertama. Pada beberapa kasus, radiasi dikombinasikan dengan kemoterapi merupakan pengawasan standar yang sekarang dilakukan.</p>
<p><strong>Stadium IB atau IIA<o:p></o:p></strong></p>
<p style="margin-left: 64.05pt; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Pada pasien dengan stadium IB atau IIA, pilihan terapi adalah radiasi eksternal dikombinasikan dengan brachiterapi atau histerectomi radikal dengan lymphadenectomi yang mengenai kedua panggul.</p>
<p style="margin-left: 64.05pt; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Studi yang lebih mendalam sudah menunjukkan survival rate sama untuk kedua prosedur, walaupun studi seperti itu masih memiliki penyimpangan pemilihan pasien dan faktor pencampuran yang lain. Namun, suatu pengacakan terbaru menunjukkan keseluruhan survival rate..</p>
<p style="margin-left: 64.05pt; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Data kualitas hidup, terutama pada area psikoseksual relatif belum cukup.</p>
<p style="margin-left: 64.05pt; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Radiasi sesudah operasi pada tulang panggul mengurangi resiko kambuh lokal pada pasien dengan faktor resiko tinggi.</p>
<p style="margin-left: 64.05pt; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Suatu percobaan pengacakan terbaru menunjukkan pasien itu dengan keterlibatan parametrial, nodus pelvis positif, atau garis tepi yang berhubungan dengan pembedahan positif bermanfaat bagi suatu kombinasi sesudah operasi dalam cisplatin-containing kemoterapi dan radiasi yang mengenai panggul.</p>
<p><o:p></o:p><o:p></o:p><strong>Stadium IIB-IVA<o:p></o:p></strong></p>
<p style="margin-left: 65.45pt; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Pada <span></span>Karsinoma cerviks (stadium IIB, III, dan IVA), radioterapi biasanya telah menjadi terapi pilihan pertama..</p>
<p style="margin-left: 65.45pt; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Untuk penanganan dengan radiasi sendiri, survival rate 5 tahun dilaporkan berturut-turut untuk stadium IIB, III, dan IVA adalah <span></span>65-75%, 35-50%, dan 15-20%.</p>
<p style="margin-left: 65.45pt; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Terapi mulai dengan radiasi eksternal untuk mengurangi <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">massa</st1:place></st1:city> tumor sehingga memungkinkan aplikasi intracavitary selanjutnya. Brachiterapi dikirimkan menggunakan aplikator afterloading yang ditempatkan dalam vagina dan cavum uteri.</p>
<p><o:p></o:p><strong>Kombinasi Kemoterapi dan Radioterapi Untuk Kanker Cerviks<o:p></o:p></strong></p>
<p style="margin-left: 65.45pt; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Dilaporkan <span></span>kemoradiasi yang berbarengan dapat berhasil baik dan telah merubah standar pengawasan pada kelompok pasien ini.</p>
<p style="margin-left: 65.45pt; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Pada percobaan radioterapi kelompok Onkologi, 403 pasien dengan kanker stadium IB yang berukuran besar dan stadium IIB-IVA, juga radioterapi untuk panggul dan bidang para aortic atau radiasi mengenai panggul dengan cisplatin berbarengan dan fluorouracil. Survival rate keduanya dengan mantap lebih tinggi dalam kelompok yang menerima perawatan kombinasi.</p>
<p style="margin-left: 65.45pt; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Pada percobaan yang diselenggarakan suatu Gynecologic Oncology Group ( GOG) untuk pasien kanker dengan stadium IIB, III, atau IVA, membandingkan kombinasi radiaterapi dengan 3 regimen kemoterapi yang berbeda ( cisplatin sendiri, cisplatin/5-fluorouracil/hydroxyurea, dan hydroxyurea sendiri). Keseluruhan survival menilai dengan mantap lebih tinggi dalam 2 kelompok yang menerima regimen cisplatin-containing.</p>
<p style="margin-left: 65.45pt; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Pada percobaan GOG yang lain, pasien kanker dengan stadium IB yang berukuran besar sekali adalah pengacakan untuk salah satu radiasi yang sendiri atau suatu kombinasi cisplatin mingguan dan radiasi. Semua pasien mempunyai adjuvant hysterectomy. Kedua-Duanya disease-free survival dan keseluruhan survival menilai dengan mantap lebih tinggi dalam kelompok terapi kombinasi pada 4 tahun berikutnya.</p>
<p style="margin-left: 65.45pt; text-indent: -0.25in; line-height: 200%; text-align: justify" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Berdasarkan pada studi tersebut diatas dihasilkan, bahwa dengan menggunakan kemoterapi cisplatin-based pada kombinasi dengan radioterapi untuk pasien dengan kanker cerviks sekarang ini merupakan suatu pilihan yang layak.</p>
<p><strong><span style="font-size: 12pt"><o:p></o:p></span></strong>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"><span>VII.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%">KOMPLIKASI<o:p></o:p></span></strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%">Komplikasi yang dapat terjadi akibat dari radiasi yang diberikan antara lain :<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">Sepanjang tahap akut radiasi yang mengenai panggul, melingkupi normal seperti isi perut, kandung kecing, dan kulit perineum sering terpengaruh.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">Efek Gastrointestinal yang kurang baik termasuk diare, abdominal cramping, rectal discomfort, perdarahan pada anus. Diare pada umumnya dikendalikan oleh salah satu loperamide ( Imodium) atau atropine sulfate ( Lomotil). Kecil, steroid-containing enema ditentukan untuk mengurangi gejala dari proctitis.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">Cystourethritis juga dapat terjadi, susah buang air kecil, frekwensi, dan nocturia. Antispasmodic biasanya adalah sangat membantu mengurangi gejala.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">urine harus diuji untuk infeksi/peradangan yang mungkin terjadi. Jika terdapat infeksi pada traktus urinarius, maka terapi harus dimulai dengan segera.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">Kesehatan kulit harus dirawat pada daerah perineum, biasanya terjadi eritema atau deskuamasi terjadi.<o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span style="color: black"><span>-<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<span style="color: black">dampak radiasi yang terlambat pada umumnya nampak 1-4 tahun setelah perawatan. Dampak utama termasuk stenosis vagina atau berkenaan dengan rektum, malabsorption, dan cystitis kronis.<o:p></o:p></span><span style="color: black"><o:p></o:p></span>&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"><span>VIII.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span></span></strong>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%">PROGNOSIS<o:p></o:p></span></strong><span style="font-size: 12pt; color: black; line-height: 200%">Prognosis kanker cerviks tergantung pada stadium penyakit. Secara Umum, survival rate 5 tahun untuk kanker stadium I lebih dari 90%, untuk stadium II adalah 60-80%, untuk stadium III kira-kira 50%, dan untuk stadium IV penyakit kurang dari 30%.</span><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"><o:p></o:p></span></strong><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 200%"><o:p></o:p></span></strong><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%">DAFTAR PUSTAKA<o:p></o:p></span></strong><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%"><o:p></o:p></span></strong></p>
<p style="margin-left: 65.45pt; text-indent: -64.75pt; line-height: 150%" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>1.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><em>Cervical Cancer</em></strong>, <a href="http://www.cancergroup.com/em14.html">http://www.cancergroup.com/em14.html</a></p>
<p style="margin-left: 56.1pt; text-indent: -55.4pt; line-height: 150%" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>2.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;Cunningham FG, Gant NF : <strong><em>Cervical Neoplasia</em></strong>, Williams Obstetrics, 21<sup>st</sup> Edition, Mc <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Graw Hill</st1:city>, <st1:state w:st="on">New York</st1:state></st1:place>, 2001. 1448 – 1451</p>
<p style="margin-left: 65.45pt; text-indent: -64.75pt; line-height: 200%" class="MsoNormal">&lt;!&#8211;[if !supportLists]&#8211;&gt;<span>3.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"> </span></span>&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;<strong><em>Cervical Cancer</em></strong>, <a href="http://www.emedicine.com/med/topic324.htm">http://www.emedicine.com/med/topic324.htm</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sidenreng.com/medical/kanker-cerviks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GEJALA, DIAGNOSIS DAN TERAPI TUMOR OTAK</title>
		<link>http://www.sidenreng.com/medical/gejala-diagnosis-dan-terapi-tumor-otak/</link>
		<comments>http://www.sidenreng.com/medical/gejala-diagnosis-dan-terapi-tumor-otak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 08:20:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medical]]></category>
		<category><![CDATA[referat]]></category>
		<category><![CDATA[diagnosis]]></category>
		<category><![CDATA[gejala]]></category>
		<category><![CDATA[tumor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sidenreng.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[ *) Ashadi I. PENDAHULUAN Tumor otak adalah suatu pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam otak. Yang terdiri atas Tumor otak benigna dan maligna. Tumor otak benigna adalah pertumbuhan jaringan abnormal di dalam otak, tetapi tidak ganas, sedangkan tumor otak maligna adalah kanker di dalam otak yang berpotensi menyusup dan menghancurkan jaringan di sebelahnya atau yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"> *) Ashadi</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><strong>I. <span>   </span>PENDAHULUAN<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><span style="color: black">Tumor otak adalah suatu pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam otak. Yang terdiri atas Tumor otak benigna dan maligna. Tumor otak benigna adalah pertumbuhan jaringan abnormal di dalam otak, tetapi tidak ganas, sedangkan tumor otak maligna adalah kanker di dalam otak yang berpotensi menyusup dan menghancurkan jaringan di sebelahnya atau yang telah menyebar (<em>metastase</em>) ke otak dari bagian tubuh lainnya melalui aliran darah.</span><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%; color: black">(1)</span></sup><span style="color: black"> <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><span style="color: black">Tumor otak dibagi menjadi dua tipe :<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span style="color: black"><span>1.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></span><!--[endif]--><span style="color: black">Tumor primer, yaitu tumor yang berasal dari dalam otak sendiri. Bisa berasal dari astrosit, oligodendrosit, ependimosit, fibroblast arakhnoidal, neuroblas-meduloblas.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span><!--[endif]-->Tumor sekunder, yaitu tumor yang berasal dari karsinoma metastasis yang terjadi di bagian tubuh lainnya, contohnya yang paling sering adalah yang berasal dari tumor paru-paru pada pria dan tumor payudara pada wanita. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(2)</span></sup><span id="more-26"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%">Insidens tumor<span>  </span>otak primer terjadi pada sekitar enam kasus<span>  </span>per 100.000 populasi per tahun. Dimana tumor otak primer tersebut kira-kira 41% adalah glioma, 17% meningioma, 13% adenoma hipofisis dan 12% neurilemoma. Pada orang dewasa 60% terletak supratentorial sedang pada anak 70% terletak infratentorial. Pada anak yang paling sering ditemukan adalah tumor serebellum yaitu meduloblastoma dan astrositoma, sedangkan pada dewasa adalah glioblastoma multiforme.<sup> (2,3,4)<o:p></o:p></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><o:p> </o:p></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><strong>II.<span>  </span>KLASIFIKASI<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Ada</st1:place></st1:city> beberapa macam klasifikasi, tetapi yang paling sering dijumpai adalah klasifikasi berdasarkan lokasi, yaitu :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span><!--[endif]-->Tumor supratentorial</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>a.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span><!--[endif]-->Hemisfer otak, terbagi lagi :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; line-height: 200%">Glioma :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 135pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Glioblastoma multiforme</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 135pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Astrositoma</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 135pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Oligodendroglioma</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; line-height: 200%">Meningioma</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; line-height: 200%">Tumor Metastasis</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>b.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span><!--[endif]-->Tumor struktur median</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 135pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Adenoma hipofisis</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 135pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Tumor glandula pienalis</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 135pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Kraniofaringioma</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span><!--[endif]-->Tumor infratentorial</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>a.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span><!--[endif]-->Schwanoma akustikus</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>b.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span><!--[endif]-->Tumor metastasis</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>c.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span><!--[endif]-->Meningioma</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>d.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span><!--[endif]-->Hemangioblastoma <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(4,5,6)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><strong>III.<span> </span>ETIOLOGI<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%">Penyebab tumor hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti, walaupun telah banyak penyelidikan yang dilakukan. Adapun faktor-faktor yang perlu ditinjau, yaitu :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span><!--[endif]-->Herediter</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Riwayat tumor otak dalam satu anggota keluarga jarang ditemukan kecuali pada meningioma, astrositoma dan neurofibroma dapat dijumpai pada anggota-anggota sekeluarga. Sklerosis tuberose atau penyakit <em>Sturge-Weber</em> yang dapat dianggap sebagai manifestasi pertumbuhan baru, memperlihatkan faktor familial yang jelas. Selain jenis-jenis neoplasma tersebut tidak ada bukti-buakti yang kuat untuk memikirkan adanya faktor-faktor hereditas yang kuat pada neoplasma.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span><!--[endif]-->Sisa-sisa Sel Embrional (<em>Embryonic Cell Rest</em>)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Bangunan-bangunan embrional berkembang menjadi bangunan-bangunan yang mempunyai morfologi dan fungsi yang terintegrasi dalam tubuh. Tetapi ada kalanya sebagian dari bangunan embrional tertinggal dalam tubuh, menjadi ganas dan merusak bangunan di sekitarnya. Perkembangan abnormal itu dapat terjadi pada kraniofaringioma, teratoma intrakranial dan kordoma.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span><!--[endif]-->Radiasi</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Jaringan dalam sistem saraf pusat peka terhadap radiasi dan dapat mengalami perubahan degenerasi, namun belum ada bukti radiasi dapat memicu terjadinya suatu glioma. Pernah dilaporkan bahwa meningioma terjadi setelah timbulnya suatu radiasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span><!--[endif]-->Virus</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Banyak penelitian tentang inokulasi virus pada binatang kecil dan besar yang dilakukan dengan maksud untuk mengetahui peran infeksi virus dalam proses terjadinya neoplasma, tetapi hingga saat ini belum ditemukan hubungan antara infeksi virus dengan perkembangan tumor pada sistem<span>  </span>saraf pusat.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>5.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span><!--[endif]-->Substansi-substansi Karsinogenik</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Penyelidikan tentang substansi karsinogen sudah lama dan luas dilakukan. Kini telah diakui bahwa ada substansi yang karsinogenik seperti <em>methylcholanthrone, nitroso-ethyl-urea</em>. Ini berdasarkan percobaan yang dilakukan pada hewan <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(7,8)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><strong>IV.<span> </span>GEJALA KLINIK<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%">Gejala klinik pada tumor intrakranial dibagi dalam 3 kategori, yaitu :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span><!--[endif]-->Gejala umum</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span><!--[endif]-->Gejala lokal</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span><!--[endif]-->Gejala lokal yang menyesatkan (<em>False lokalizing features</em>)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><strong><span>1.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Gejala Klinik Umum<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Gejala umum timbul karena peningkatan tekanan intrakranial atau akibat infiltrasi difus dari tumor. Gejala yang paling sering adalah sakit kepala, perubahan status mental, kejang, nyeri kepala hebat, papil edema, mual dan muntah. Tumor maligna (ganas) menyebabkan gejala yang lebih progresif daripada tumor benigna (jinak). Tumor pada lobus temporal depan dan frontal dapat berkembang menjadi tumor dengan ukuran yang sangat besar tanpa menyebabkan defisit neurologis, dan pada mulanya hanya memberikan gejala-gejala yang umum. Tumor pada fossa posterior atau pada lobus parietal dan oksipital lebih sering memberikan gejala fokal dulu baru kemudian memberikan gejala umum. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(4,9)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em><o:p> </o:p></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Nyeri Kepala</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Merupakan gejala awal pada 20% penderita dengan tumor otak yang kemudian berkembang menjadi 60%. Nyerinya tumpul dan intermitten. Nyeri kepala berat juga sering diperhebat oleh perubahan posisi, batuk, maneuver valsava dan aktivitas fisik. Muntah ditemukan bersama nyeri kepala pada 50% penderita. Nyeri kepala ipsilateral pada tumor supratentorial sebanyak 80 % dan terutama pada bagian frontal. Tumor pada fossa posterior memberikan nyeri alih ke oksiput dan leher. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(4,9,10)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Perubahan Status Mental</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Gangguan konsentrasi, cepat lupa, perubahan kepribadian, perubahan mood dan berkurangnya inisiatif adalah gejala-gejala umum pada penderita dengan tumor lobus frontal atau temporal. Gejala ini bertambah buruk dan jika tidak ditangani dapat menyebabkan terjadinya somnolen hingga koma. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(4,9,10)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Seizure</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Adalah gejala utama dari tumor yang perkembangannya lambat seperti astrositoma, oligodendroglioma dan meningioma. Paling sering terjadi pada tumor di lobus frontal baru kemudian tumor pada lobus parietal dan temporal.<sup> </sup><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(4,9,10)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Edema Papil<o:p></o:p></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Gejala umum yang tidak berlangsung lama pada tumor otak, sebab dengan teknik neuroimaging tumor dapat segera dideteksi. Edema papil pada awalnya tidak menimbulkan gejala hilangnya kemampuan untuk melihat, tetapi edema papil yang berkelanjutan dapat menyebabkan perluasan bintik buta, penyempitan lapangan pandang perifer dan menyebabkan penglihatan kabur yang tidak menetap. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(4,8,9)<o:p></o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Muntah<o:p></o:p></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Muntah sering mengindikasikan tumor yang luas dengan efek dari <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">massa</st1:place></st1:city> tumor tersebut juga mengindikasikan adanya pergeseran otak. Muntah berulang pada pagi dan malam hari, dimana muntah yang proyektil tanpa didahului mual menambah kecurigaan adanya <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">massa</st1:place></st1:city> intrakranial.<sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"> (4,8,9)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><strong><span>2.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Gejala Klinik Lokal<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Manifestasi lokal terjadi pada tumor yeng menyebabkan destruksi parenkim, infark atau edema. Juga akibat pelepasan faktor-faktor ke daerah sekitar tumor (contohnya : peroksidase, ion hydrogen, enzim proteolitik dan sitokin), semuanya dapat menyebabkan disfungsi fokal yang reversibel. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(4,9)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Tumor Kortikal<o:p></o:p></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Tumor lobus frontal menyebabkan terjadinya kejang umum yang diikuti paralisis pos-iktal. Meningioma kompleks atau parasagital dan glioma frontal khusus berkaitan dengan kejang. Tanda lokal tumor frontal antara lain disartri, kelumpuhan kontralateral, dan afasia jika hemisfer dominant dipengaruhi. Anosmia unilateral menunjukkan adanya tumor bulbus olfaktorius. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(4,9)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Tumor Lobus Temporalis</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Gejala tumor lobus temporalis antara lain disfungsi traktus kortikospinal kontralateral, defisit lapangan pandang homonim, perubahan kepribadian, disfungsi memori dan kejang parsial kompleks. Tumor hemisfer dominan menyebabkan afasia, gangguan sensoris dan berkurangnya konsentrasi yang merupakan gejala utama tumor lobus parietal. Adapun gejala yang lain diantaranya disfungsi traktus kortikospinal kontralateral, hemianopsia/ quadrianopsia inferior homonim kontralateral dan simple motor atau kejang sensoris. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(4,9)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Tumor Lobus Oksipital<o:p></o:p></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Tumor lobus oksipital sering menyebabkan hemianopsia homonym yang kongruen. Kejang fokal lobus oksipital sering ditandai dengan persepsi kontralateral episodic terhadap cahaya senter, warna atau pada bentuk geometri.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Tumor pada Ventrikel Tiga dan Regio Pineal<o:p></o:p></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Tumor di dalam atau yang dekat dengan ventrikel tiga menghambat ventrikel atau aquaduktus dan menyebabkan hidrosepalus. Perubahan posisi dapat meningkatkan tekanan ventrikel sehingga terjadi sakit kepala berat pada daerah frontal dan verteks, muntah dan kadang-kadang pingsan. Hal ini juga menyebabkan gangguan ingatan, diabetes insipidus, amenorea, galaktorea dan gangguan pengecapan dan pengaturan suhu. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(4,9)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Tumor Batang Otak<o:p></o:p></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Terutama ditandai oleh disfungsi saraf kranialis, defek lapangan pandang, nistagmus, ataksia dan kelemahan ekstremitas. Kompresi pada ventrikel empat menyebabkan hidrosepalus obstruktif dan menimbulkan gejala-gejala umum. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(4,9)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Tumor Serebellar<o:p></o:p></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Muntah berulang dan sakit kepala di bagian oksiput merupakan gejala yang sering ditemukan pada tumor serebellar. Pusing, vertigo dan nistagmus mungkin menonjol. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(4,9)<o:p></o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in"><sup><o:p> </o:p></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><strong><span>3.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">      </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Gejala Lokal yang Menyesatkan <em>(False Localizing Features)</em><o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 200%">Gejala lokal yang menyesatkan ini melibatkan neuroaksis kecil dari lokasi tumor yang sebenarnya. Sering disebabkan oleh peningkatan tekanan intrakranial, pergeseran dari struktur-struktur intrakranial atau iskemi. Kelumpuhan nervus VI berkembang ketika terjadi peningkatan tekanan intrakranial yang menyebabkan kompresi saraf. Tumor lobus frontal yang difus atau tumor pada korpus kallosum menyebabkan ataksia (frontal ataksia). <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(9)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><strong>V.<span>  </span>DIAGNOSIS<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%">Untuk menegakkan diagnosis pada penderita yang dicurigai menderita tumor otak yaitu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik neurologik yang teliti, adapun pemeriksaan penunjang yang dapat membantu yaitu CT-Scan dan MRI. () Dari anamnesis kita dapat mengetahui gejala-gejala yang dirasakan oleh penderita yang mungkin sesuai dengan gejala-gejala yang telah diuraikan di atas. Misalnya ada tidaknya nyeri kepala, muntah dan kejang. Sedangkan melalui pemeriksaan fisik neurologik mungkin ditemukan adanya gejala seperti edema papil dan deficit lapangan pandang. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(2,5)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%"><strong>Pemeriksaan Penunjang<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%">CT scan dan MRI memperlihatkan semua tumor intrakranial dan menjadi prosedur investigasi awal ketika penderita menunjukkan gejala yang progresif atau tanda-tanda penyakit otak yang difus atau fokal, atau salah satu tanda spesifik dari sindrom atau gejala-gejala tumor. Kadang sulit membedakan tumor dari abses ataupun proses lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%">Foto polos dada dan pemeriksaan lainnya juga perlu dilakukan untuk mengetahui apakah tumornya berasal dari suatu metastasis yang akan memberikan gambaran nodul tunggal ataupun multiple pada otak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%">Pemeriksaan cairan serebrospinal juga dapat dilakukan untuk melihat adanya sel-sel tumor dan juga marker tumor. Tetapi pemeriksaan ini tidak rutin dilakukan terutama pada pasien dengan <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">massa</st1:place></st1:city> di otak yang besar. Umumnya diagnosis histologik ditegakkan melalui pemeriksaan patologi anatomi, sebagai cara yang tepat untuk membedakan tumor dengan proses-proses infeksi (abses cerebri). <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(8,11)<o:p></o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in"><sup><span style="font-size: 10pt"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><strong>VI.<span> </span>TERAPI<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%">Pemilihan jenis terapi pada tumor otak tergantung pada beberapa faktor, antara lain :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->kondisi umum penderita</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->tersedianya alat yang lengkap</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->pengertian penderita dan keluarganya</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->luasnya metastasis. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(5)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%">adapun terapi yang dilakukan, meliputi Terapi Steroid, pembedahan, radioterapi dan kemoterapi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Terapi Steroid<o:p></o:p></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%">Steroid secara dramatis mengurangi edema sekeliling tumor intrakranial, namun tidak berefek langsung terhadap tumor. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(4)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Pembedahan<o:p></o:p></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%">Pembedahan dilaksanakan untuk menegakkan diagnosis histologik dan untuk mengurangi efek akibat <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">massa</st1:place></st1:city> tumor. Kecuali pada tipe-tipe tumor tertentu yang tidak dapat direseksi. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(12)<o:p></o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Radioterapi</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%">Tumor diterapi melalui radioterapi konvensional dengan radiasi total sebesar 5000-6000 cGy tiap fraksi dalam beberapa arah. Kegunaan dari radioterapi hiperfraksi ini didasarkan pada alasan bahwa sel-sel normal lebih mampu memperbaiki kerusakan subletal dibandingkan sel-sel tumor dengan dosis tersebut. Radioterapi akan lebih efisien jika dikombinasikan dengan kemoterapi intensif. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(12)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%"><strong><em>Kemoterapi<o:p></o:p></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%">Jika tumor tersebut tidak dapat disembuhkan dengan pembedahan, kemoterapi tetap diperlukan sebagai terapi tambahan dengan metode yang beragam. Pada tumor-tumor tertentu seperti meduloblastoma dan astrositoma stadium tinggi yang meluas ke batang otak, terapi tambahan berupa kemoterapi dan regimen radioterapi dapat membantu sebagai terapi paliatif. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(12)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -27pt"><strong><o:p> </o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 200%"><strong>VII.<span>  </span>DIAGNOSIS BANDING<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%">Gejala yang paling sering dari tumor otak adalah peningkatan tekanan intrakranial, kejang dan tanda deficit neurologik fokal yang progresif. Setiap proses desak ruang di otak dapat menimbulkan gejala di atas, sehingga agak sukar membedakan tumor otak dengan beberapa hal berikut :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Abses intraserebral</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Epidural hematom</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Hipertensi intrakranial benigna</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 200%"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Meningitis kronik. <sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(5)</span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -27pt"><strong><o:p> </o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 200%"><strong>VIII.<span> </span>PROGNOSIS<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%">Prognosisnya tergantung jenis tumor spesifik. Berdasarkan data di Negara-negara maju, dengan diagnosis dini dan juga penanganan yang tepat melalui pembedahan dilanjutkan dengan radioterapi, angka ketahanan hidup 5 tahun (<em>5 years survival</em>) berkisar 50-60% dan angka ketahanan hidup 10 tahaun (<em>10 years survival</em>) berkisar 30-40%. Terapi tumor otak di <st1:country-region w:st="on"><st1:place w:st="on">Indonesia</st1:place></st1:country-region> secara umum prognosisnya masih buruk, berdasarkan tindakan operatif yang dilakukan pada beberapa rumah sakit di Jakarta.<sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%">(4,6)<o:p></o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 200%"><o:p> </o:p></span></sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 200%" align="center"><strong>DAFTAR PUSTAKA<o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center"><strong><o:p> </o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">            </span></span><!--[endif]-->Informasi tentang Tumor Otak dalam <strong><a href="http://www.medicastore.com/">http://www.medicastore.com</a></strong> dikutip tanggal <st1:date year="2004" day="13" month="11" w:st="on">13 November  2004</st1:date></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">            </span></span><!--[endif]-->Adams and Victors, Intracranial Neoplasms and Paraneoplastic Disorders in <strong>Manual of Neurology </strong>edisi 7<strong>, </strong>McGraw Hill, New York, 2002 : 258 – 263</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">            </span></span><!--[endif]-->Adams and Victors, Intracranial Neoplasms and Paraneoplastic Disorders in <strong>Principles of Neurology </strong>edisi 7<strong>, </strong>McGraw Hill, New York, 2001 : 676 – 721</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -27pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">            </span></span><!--[endif]-->Syaiful Saanin, dr, Tumor Intrakranial dalam <strong><a href="http://www.angelfire.com/nc/neurosurgery/Pendahuluan.html">http://www.angelfire.com/nc/neurosurgery/Pendahuluan.html</a></strong>, dikutip tanggal <st1:date year="2004" day="13" month="11" w:st="on">13 November  2004</st1:date></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span>5.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">            </span></span><!--[endif]-->Harsono, Tumor Otak dalam <strong>Buku Ajar Neurologi Klinis </strong>edisi I, Gajah Mada University Press, Yogyakarta, 1999 : 201 – 207</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span>6.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">            </span></span><!--[endif]-->What you need to Know about Brain Tumor at <strong><a href="http://www.cancer.gov/">http://www.cancer.gov</a><o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span>7.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">            </span></span><!--[endif]-->Mahar, M., Proses Neoplasmatik di Susunan Saraf dalam <strong>Neurologi Klinis Dasar</strong> edisi 5, Dian Rakyat, <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Jakarta</st1:place></st1:city>, 2000 : 390 – 402</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span>8.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">            </span></span><!--[endif]-->Meyer, J.S., <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">Gilroy</st1:city></st1:place> J., Tumors of the Central Nervous System in <strong>Medical Neurology</strong> edisi 2, McMillan Publishing C. Inc, New York, 1995 : 611 – 629</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span>9.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">            </span></span><!--[endif]-->Bradley, Walter G., Neuro-Oncology in <strong>Pocket Companion to Neurology in Clinical Practice </strong>edisi 3, Butterworth, Boston 2000 : 239 – 267</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span>10.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">        </span></span><!--[endif]-->Howard L.W., Lawrence P. L., Malignancy and the Nervous System in <strong>Neurology</strong> edisi 5, Williams &amp; Wilkins, <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Philadelphia</st1:place></st1:city>, : 139 &#8211; 142<strong><o:p></o:p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -27pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span>11.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">        </span></span><!--[endif]-->Facts About Brain Tumors at <strong><a href="http://www.braintumor.org/">http://www.braintumor.org</a></strong>, dikutip tanggal <st1:date year="2004" day="13" month="11" w:st="on">13 November  2004</st1:date></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -27pt; line-height: 150%"><!--[if !supportLists]--><span>12.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">        </span></span><!--[endif]--><span>John R.M., Howard K.W, </span>A ,B, Cs of Brain Tumors &#8212; From Their Biology to Their Treatments at <strong><a href="http://www.brain-surgery.com/">http://www.brain-surgery.com</a></strong>, dikutip tanggal <st1:date year="2004" day="13" month="11" w:st="on">13 November  2004</st1:date></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sidenreng.com/medical/gejala-diagnosis-dan-terapi-tumor-otak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

