<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sidenreng.com &#187; depresi</title>
	<atom:link href="http://www.sidenreng.com/tag/depresi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sidenreng.com</link>
	<description>Free Medical Articles, Downloads, Informations, News, Guides, Tips and Tricks, and more</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Apr 2011 16:01:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Gangguan Campuran Anxietas dan Depresi</title>
		<link>http://www.sidenreng.com/medical/gangguan-campuran-anxietas-dan-depresi/</link>
		<comments>http://www.sidenreng.com/medical/gangguan-campuran-anxietas-dan-depresi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 15:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medical]]></category>
		<category><![CDATA[referat]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[kedokteran jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sidenreng.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[ *) Ashadi &#160; PENDAHULUAN Ansietas merupakan satu keadaan yang ditandai oleh rasa khawatir disertai dengan gejala somatik yang menandakan suatu kegiatan berlebihandari susunan saraf autonomic (SSA). Ansietas merupakan gejala yang umum tetapi non-spesifik yang sering merupakan satu fungsi emosi. Sedangkan depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"> *) Ashadi</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">PENDAHULUAN</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ansietas merupakan satu keadaan yang ditandai oleh rasa khawatir disertai dengan gejala somatik yang menandakan suatu kegiatan berlebihandari susunan saraf autonomic (SSA). Ansietas merupakan gejala yang umum tetapi non-spesifik yang sering merupakan satu fungsi emosi. Sedangkan depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya termasuk perubahan pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan, rasa putus asa dan tak berdaya, serta gagasan bunuh diri.</font></p>
<p><o:p><font face="Times New Roman"> </font></o:p></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">ETIOLOGI</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Penyebab gangguan ini kurang jela<u>s. </u>Gejala<u> </u>muncul bias<span>an</span>ya disebabkan interaksi dari aspek-aspek biopsikososial termasuk genetik dengan beberapa situasi, stres atau trauma yang merupakan st<span>re</span>ssor muneulnya gejala ini. Di sistem saraf pusat beberapa mediator utama dari gejala ini adalah. norepinephrine dan serotonin. Sebena<span>rn</span>ya anxietas diperantarai oleh suatu system kompleks yang melibatkan system limbic, thalamus, ko<span>rt</span>eks frontal secara <span>an</span>atomis dan norepinefrin, serotonin dan GABA pada sistem neurokimia, yang mana hingga saat ini belum diketahui jelas bagaimana kerja bagian-bagi<span>an</span> tersebut menimbulkan <span>an</span>xietas. Begitu pula pada depresi walapun penyebabnya tidak dapat dipastik<span>an</span> namun biasanya ditemukan defisensi relatif salah satu atau <span>be</span>berapa aminergic neu<span>ro</span>transmi<span>tt</span>er (noeadranaline, serotonin, dopamine) pada sinaps neuron di susunan saraf pusat khususnya sistem limbic<span id="more-30"></span></font></p>
<p><o:p><font face="Times New Roman"> </font></o:p><font face="Times New Roman">DIAGNOSIS<sup><o:p></o:p></sup></font><font face="Times New Roman">Berdasarkan PPDGJ-III kriteria diagnostik untuk gangguan campur<span>an</span> anxietas d<span>an </span>depresi adalah sebagai <span>berikut:<o:p></o:p></span></font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• Terdapat gejala-gejala anxietas maupun depresi, di <span>mana </span>masing-masing tidak menunjukkan rangkaian gejala yang cukup berat untuk menegakk<span>an</span> diagnosis tersendiri. Untuk anxietas, beberapa gejala otonomik harus ditemukan walaupun tidak terus menerus, disamping rasa cemas atau kekhawatiran berlebihan.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• Bila ditemukan anxietas berat disertai depresi yang lebih ringan, maka harus dipertimbangkan kategori gangguan anxietas lainnya atau gangguan anxietas fobik.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• Bila ditemukan sindrom depresi dan anxietas yang cukup berat untuk menegakkan masing-masing diagnosis, maka kedua diagnosis tersebut harus dikemukakan, dan diagnosis gangguan campuran tidak dapat digunakan. Jika karena sesuatu hal <span>h</span>an<span>ya </span>dapat dikemukakan satu diagnosis maka gangguan depresif harus diutamakan.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• Bila gejala-gejala tersebut berkaitan erat dengan stress kehidupan yang jelas, maka harus digunakan kategori F43.2 gangguan penyesuaian.</font></p>
<p><o:p><font face="Times New Roman"> </font></o:p></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: 169.65pt 197.1pt" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">GAMBARAN KLINIS<sup><span>                           </span></sup></font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Ansietas dan gangguannya dapat menampilkan diri dalam berbagai tanda dan gejala fisik dan psikologik seperti gemetar, renjatan, rasa goyah, nyeri punggung dan kepala, ketegangan otot, napas pendek, mudah lelah, sering kaget, hiperaktivitas autonomik seperti wajah merah dan pucat, takikardi, palpitasi, berkeringat, tangan rasa dingin, diare, mulut kering, sering kencing. Rasa takut, sulit konsentrasi, insomnia, libido turun, rasa mengganjal di tenggorok, rasa mual di perut dan sebagainya.Gejala utama dari depresi adalah afek depresif, kehilangan minat dan kegembiraan, dan berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) serta menurunnya aktivitas. Beberapa gejala lainnya dari depresi adalah:</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• konsentrasi dan perhatian berkurang;</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• harga diri dan kepercayaan diri berkurang;</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna;</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• pandangan masa depan yang suram dan pesimistis;</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri;</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• tidur terganggu;</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 22.5pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• nafsu makan berkurang.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Untuk gangguan campuran anxietas dan depresi, kedua gejala baik gejala anxietas maupun gejala depresi tetap ada namun kedua-duanya tidak menunjukkan gejala yang cukup berat atau lebih menonjol antara satu dengan lainnya.<sup> 3,4,6,7</sup></font></p>
<p><o:p><font face="Times New Roman"> </font></o:p></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">DIAGNOSIS BANDING</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Diagnosis banding gangguan campuran anxietas dan depresi hampir semua kondisi medis yang menyebabkan kecemasan. Mengingat keadaan cemas biasanya disertai dan diikuti dengan gejala depresi. Untuk diagnosis dibutuhkan penentuan kreteria yang tepat antara berat ringannya gejala, penyebab serta perlangsungan dari gejala apakah sementara atau menetap. Pada gangguan cemas lainnya biasanya depresi adalah bentuk akhir bila penderita tidak dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. Pada cemas menyeluruh depresi biasanya bersifat sementara dan lebih ringan gejalanya dibanding anxietas, gangguan penyesuaian memiliki gejala yang jelas berkaitan erat dengan stres kehidupan.</font></p>
<p><o:p><font face="Times New Roman"> </font></o:p><font face="Times New Roman">TERAPI <sup><o:p></o:p></sup></font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pengobatan yang paling efektif untuk pasien dengan gangguan campuran anxietas dan depresi adalah kemungkinan pengobatan yang mengkombinasikan psikoterapetik, farmakoterapetik, dan pendekatan suportif. Pengobatan mungkin memerlukan cukup banyak waktu bagi klinisi yang terlibat, terlepas dari apakah klinisi adalah seorang dokter psikiatrik, seorang dokter keluarga, atau spesialis lainnya.</font></p>
<p><strong><font face="Times New Roman">Psikoterapi<o:p></o:p></font></strong></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pendekatan psikoterapetik utama untuk gangguan kecemasan umum adalah kognitif-perilaku, suportif, dan berorientasi-tilikan. Data masih terbatas tentang manfaat relatif dari pendekatan-pendekatan tersebut, walaupun penelitian yang paling canggih telah dilakukan dengan teknik kognitif-perilaku, yang tampaknya memiliki kemanjuran jangka panjang dan jangka pendek. Pendekatan kognitif secara langsung menjawab distorsi kognitif pasien yang dihipotesiskan, dan pendekatan perilaku menjawab keluhan somatik secara langsung. Teknik utama yang digunakan dalam pendekatan kognitif dan perilaku adalah lebih efektif dibandingkan teknik tersebut jika digunakan sendiri-sendiri. Tetapi suportif menawarkan ketentraman dan kenyamanan bagi pasien, walaupun manfaat jangka panjangnya adalah meragukan. Psikoterapi berorientasi-tilikan memusatkan untuk mengungkapkan konflik bawah sadar dan mengenali kekuatan ego. Manfaat psikoterapi berorientasi-tilikan untuk gangguan kecemasan umum dilaporkan pada banyak kasus anekdotal, tetapi tidak terdapat penelitian besar yang terkendali.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Sebagian besar pasien mengalami kekenduran keeemasan yang jelas jika diberikan kesempatan untuk membicarakan kesulitannya dengan dokter yang prihatin dan simpatik. Jika klinisi menemukan situasi eksternal yang menyebabkan kecemasan, klinisi mungkin mampu — sendirian atau dengan bantuan pasien atau keluarganya — untuk mengubah lingkungan dan dengan demikian menurunkan tekanan yang penuh ketegangan. Penurunan gejala seringkali memungkinankan pasien untuk berfungsi secara efektif dalam pekerjaan dan hubungannya sehari-hari, yagn memberikan kesenangan dan pemuasan baru yang dengan sendirinya bersifat terapetik.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pandangan psikoanalitik adalah bahwa dalam kasus tertentu kecemasan adalah suatu sinyal dari kekacauan bawah sadar yang memerlukan pemeriksaan. Kecemasan dapat normal, adaptif, maladaptif, terlalu kuat, atau terlalu iingan, tergantung pada keadaan. Kecemasan tampak dalam berbagai situasi selama peijalanan siklus hidup seseorang; pada banyak kasus, pengurangan gejala bukan merupakan tujuan tindakan yang paling tepat.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Bagi pasien yang secara psikologis bermaksud dan termotivasi untuk mengerti sumber kecemasannya, psikoterapi mungkin merupakan pengobatan terpilih. Tetapi psikodinamika bekerja dengan anggapan bahwa keeemasan mungkin meningkat pada pengobatan yang efektif. Tujuan pendekatan dinamika adalah untuk meningkatkan toleransi kecemasan pasien (didefmisikan sebagai kemampuan untuk mengalami kecemasan tanpa hares melampiaskannya), bukannya untuk menghilangkan kecemasan. Penelitian empiris menyatakan banyak pasien yang menjalani psikoterapetik secara berhasil mungkin terus mengalami kecemasan setelah dihentikannya psikoterapi. Tetapi, peningkatan penguasaan ego memungkinkan mereka untuk menggunakan gejala kecemasan sebagai sinyal untuk mencerminkan perjuangan hidup dan untuk meluaskan tilikan dan pengertian mereka. Suatu pendekatan psikodinamika pada pasien dengan gangguan kecemasan umum melibatkan pencarian rasa takut pasien yang mendasarinya.</font></p>
<p><strong><font face="Times New Roman">Farmakoterapi<o:p></o:p></font></strong></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Keputusan untuk meresepkan suatu obat pada pasien dengan gangguan kecemasan campuran anxietas dan depresi hams jarang dilakukan pada kunjungan pertama. Karena sifat gangguan yang berlangsung lama, suatu rencana pengobatan hares dengan cermat dijelaskan. Dua golongan obat utama yang dipakai dalam pengobatan gangguan anxietas adalah Benzodiazepine dan Non-Benzodiazepine, dengan Benzodiazepine sebagai pilihan utama. Sedang untuk depresi dipakai golongan Trisiklik, Tetrasiklik, MAOI-reversible, SSRI, dan Atypical anti depresi. Dimana SSRI menjadi pilihan utama.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Benzodiazepine (Diazepam). Benzodiazepin telah merupakan obat terpilih untuk gangguan kecemasan umum. Benzodiazepin dapat diresepkan atas dasar jika diperlukan, sehingga pasien menggunakan benzodiazepin kerja cepat jika mereka merasakan kecemasan tertentu. Pendekatan alternatif adalah dengan meresepkan benzodiazepin untuk suatu periode terbatas, selama mans pendekatan terapetik psikososial diterapkan.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Beberapa masalah adalah berhubungan dengan pemakaian benzadiazepin dalam gangguan anxietas. Kira-kira 25 sampai 30 persen dari semua pasien tidak berespon, dan dapat terjadi toleransi dan ketergantungan. Beberapa pasien juga mengalami gangguan kesadaran saat menggunakan obat dan, dengan demikian, adalah berada dalam risiko untuk mengalami kecelakaan kendaraan bermotor atau mesin.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Keputusan klinis untuk memulai terapi dengan benzodiazepin hares dipertimbangkan dan spesifik. Diagonosis pasien, gejala sasaran spesifik, dan lamanya pengobatan — semuanya hares ditentukan, dan harus diberikan informasi kepada pasien. Pengobatan untuk sebagian besar keadaan kecemasan berlangksung selama dua sampai enam minggu, diikuti oleh satu atau dua minggu menurunkan obat perlahan-lahan <em>(tapering) </em>sebelum akhirnya obat dihentikan. Kekeliruan klinis yang sering dengan terapi benzodiazepin adalah dengan memutuskan secara pasif untuk melanjutklan pengobatan atas dasar tanpa batas.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Untuk pengobatan kecemasan, biasanya memulai dengan obat pada rentang rendah terapetiknya dan meningkatkan dosis untuk mencapai respon terapetik. Pemakaian benzodiazepin dengan waktu paruh sedang (8 sampai 15 jam) kemungkinan menghindari beberapa efek merugikan yang berhubungan dengan penggunaan benzodiazepin dengan waktu paruh panjang. Pemakaian dosis terbagi mencegah perkembangan efek merugikan yang berhubungan dengan kadar plasma puncak yang tinggi. Perbaikan yang didapatkan dengan benzodiazepin mungkin lebih dan sekedar efek antikecemasan. Sebagai contohnya, obat dapat menyebabkan pasien memandang berbagai kejadian dalam pandangan yang positif. Obat juga dapat memiliki kerja disinhibisi ringah, serupa dengan yang dilihat setelah sejumlah kecil alkohol. Untuk diazepam sediaan tab. 2-5mg, ampul 10 mg/2cc dosis anjuran l0-30mg/hari 2-3xsehari, i.v./i.m 2-10mg /3-4 jam.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><strong>Non-Benzodiazepine (Buspirone). </strong>Buspirone kemungkinan besar efektif pada 60 sampai 80 persen pasien dengan gangguan cemas. Data menyatakan bahwa buspirone adalah lebih efektif dalam menurunkan gejala kognitif dari gangguan kecemasan umum dibandingkan dengan menurunkan gejala somatik. Bukti-bukti juga menyatakan bahwa pasien yang sebelumnya telah diobati dengan benzodiazepin kemungkinan tidak berespon dengan pengobatan buspirone. Tidak adanya respons tersebut mungkin disebabkan oleh tidak adanya efek nonansiolitik dari benzodiazepin (seperti relaksasi otot dan rasa kesehatan tambahan), yang terjadi pada terapi buspirone. Namun demikian, rasio manfaat-risiko yang lebih balk, tidak adanya efek kognitif dan psikomotor, dan tidak adanya gejala putus that menyebabkan buspirone merupakan obat lini pertama dalam pengobatan gangguan kecemasan umum. Kerugian utama dari buspirone adalah bahwa efeknya memerlukan dua sampai tiga minggu sebelum terlihat, berbeda dengan efek ansiolitik benzodiazepin yang hampir segera terlihat. Buspirone bukan merupakan terapi efektif untuk putus benzodiazepin. Sediaan tab. 10mg dosis anjuran 3x25mg/h.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><strong>Anti-Depresi. </strong>mekanisme kerja Obat Anti-depresi, adalahmenghambat &#8220;re-uptake aminergic neurotransmitter&#8221;, menghambat penghancuran oleh ensirn &#8220;Monoamine Oxidase&#8221; Sehingga terjadi peningkatan jurnlah &#8220;arninergic neurotransmitter&#8221; pada sinaps neuron di SSP. Efek samping Obal Anti-depresi dapat berupa :</font></p>
<p style="margin: 0cm 21.6pt 0pt 22.5pt; text-indent: -11.7pt; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: 22.5pt" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• <span>  </span>Sedasi (rasa mengantuk, kewaspadaan berkurang, kinerja psikomotor menurun, kemampuan kognitif rnenurun, d11)</font></p>
<p style="margin: 0cm 36pt 0pt 22.5pt; text-indent: -11.7pt; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: 22.5pt" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• <span>  </span>Efek Antikolinergik (mulut ke<sup>y</sup>ing, retensi urin, penglihatan kabur., konstipasi, sinus takikardia, dsb)</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 22.5pt; text-indent: -11.7pt; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: 22.5pt" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• <span>  </span>Efek Anti-adrenergik alfa (perubahan EKG, hipotensi)</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 22.5pt; text-indent: -11.7pt; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: 22.5pt" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">• <span>  </span>Efek Nourotoksis (tremor halus, gelisah, agitasi,insomnia)</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Efek samping yang tidak berat biasanya berkurang setelah 2-3 minggu. SSRI dipilih mengingat efek samping yang ditimbulkan relatif lebih ringan.namun obat ini memiliki harga yang mahal oleh karenanya trisiklik masih sering digunakan. Contoh obat golongan ini adalah fluoxetine,sertraline,paroxetine,citalopram,fluvoxamine.<sup> 2.4.6,7,8</sup></font></p>
<p><o:p><font face="Times New Roman"> </font></o:p><strong><font face="Times New Roman">PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS<o:p></o:p></font></strong></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 21.6pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Perjalanan klinis dan prognosis gangguan adalah sukar untuk diperkirakan. Namun demikian, beberapa data menyatakan peristiwa kehidupan berhubungan dengan onset gangguan ini. Terjadinya beberapa peristiwa kehidupan yang negatif secara jelas meningkatkan kemungkinan akan terjadinya gangguan. Hal ini berkaitan pula dengan berat-ringannya gangguan tersebut.</font></p>
<p><strong><o:p><font face="Times New Roman"> </font></o:p></strong><strong><font face="Times New Roman">KESIMPULAN<o:p></o:p></font></strong></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 21.6pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Gangguan campuran anxietas dan depresi adalah gangguan jiwa yang umum terjadi di masyarakat. Pada gangguan anxietas terdapat pembagian gangguan campuran dan depresi (F41.2) sebagai salah satu bentuk dan gangguan anxietas lainnya Anxietas adalah respon normal individu terhadap ancaman atau stresor. Bila anxietas menjadi begitu parah atau timbul tanpa diprovokasi oleh suatu keadaan tidak berbahaya, maka keadaan anxietas tersebut menjadi gangguan</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Penyebab gangguan ini adalah tidak jelas. diperantarai oleh suatu system kompleks yang melibatkan system limbic,thalamus, korteks frontal secara anatomis dan norepinefrin, serotonin dan GABA pada system neurokimia, yang man hingga saat ini belum diketahui jelas bagaimana kerja bagian-bagian tersebut</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Diagnostik untuk gangguan campuran anxietas dan depresi adalah terdapat gejala-­gejala anxietas maupun depresi, di mana masing-masing tidak menunjukkan rangkaian gejala yang cukup berat untuk menegakkan diagnosis tersendiri. Untuk anxietas, beberapa gejala otonomik harus ditemukan walaupun tidak terus menerus, disamping rasa cemas atau kekhawatiran berlebihan.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Untuk diagnosis dibutuhkan penentuan kreteria yang tepat antara berat ringannya gejala, penyebab serta perlangsungan dan gejala apakah sementara atau menetap.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pengobatan yang paling efektif untuk pasien dengan gangguan campuran anxietas dan depresi adalah kemungkinan pengobatan yang mengkombinasikan psikoterapetik, farmakoterapetik, dan pendekatan suportif.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 21.6pt; line-height: 150%; text-align: justify" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Perjalanan klinis dan prognosis gangguan sukar untuk diperkirakan berkaitan pula dengan berat-ringannya gangguan tersebut.</font></p>
<p><o:p><font face="Times New Roman"> </font></o:p><strong><font face="Times New Roman">DAFTAR PUSTAKA<o:p></o:p></font></strong></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list 18.0pt" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>1.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'">      </span></span>Kaplan H, Sadock B, Grebb J. Kaplan dan Sadock<strong>: Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Psikiatri Klinis. </strong>Edisi Ketujuh. Jilid Dua. <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Jakarta</st1:place></st1:city>: Binarupa Aksara; 1997.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list 18.0pt" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>2.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'">      </span></span>Tomb D. <strong>Buku Saku Psikiatri.</strong> Edisi Enam. <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Jakarta</st1:place></st1:city>: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2000.</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list 18.0pt" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>3.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'">      </span></span>WHO. <strong>PPDGJ III.</strong> Cetakan pertama. <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Jakarta</st1:place></st1:city>: Departemen Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pelayanan Medik; 1993</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list 18.0pt" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>4.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'">      </span></span>Kay J, Tasman A. <strong>Essentials of Psychiatry</strong>. <st1:country-region w:st="on"><st1:place w:st="on">England</st1:place></st1:country-region>: John Wiley&amp; Sons Ltd; 2006</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list 18.0pt" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>5.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'">      </span></span>Kumar P, Clark M. Kumar&amp;<st1:place w:st="on">Clark</st1:place> Clinical Medicine. 5th ed. <st1:country-region w:st="on"><st1:place w:st="on">UK</st1:place></st1:country-region>: WB Saunders; 2002</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list 18.0pt" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>6.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'">      </span></span>Yates R W. Anxiety Disorders. [online]. 2007 Aug 23 [cited 2008 Feb 18]; [14 screens]. Available from http://www.emedicine.com/emerg/topic152.htm</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list 18.0pt" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>7.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'">      </span></span>Ravinder N Bhalla, MD. Depression. [online]. 2006 Oct 30 [cited 2008 Feb 181; [14 screens]. Available from http://www.emedicine.com/emerg/topic532.htm</font></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify; tab-stops: list 18.0pt" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>8.<span style="font: 7pt 'Times New Roman'">      </span></span>Kaplan H, Sadock B, <strong>Ilmu Kedokteran Jiwa Darurat</strong> Widya Medika, <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Jakarta</st1:place></st1:city>, 1998</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sidenreng.com/medical/gangguan-campuran-anxietas-dan-depresi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

