*) Ashadi
I. PENDAHULUAN
Cerviks adalah porsio paling rendah dari uterus yang menonjol ke dalam vagina. Cerviks normalnya terbuka untuk sperma agar bisa mengalir ke dalamnya dan darah haid untuk mengalir keluar. Pada waktu pembukaan secara normal sangat sempit, yakni sekitar 4 inci ( 10 cm.) ke samping selama bekerja untuk memungkinkan kelahiran bayi. Ada otot cerviks kuat di sekitar dasar cerviks yang membuka untuk menjaga penutupannya.
Secara normal cerviks berhenti bertumbuh pada masa pubertas, tetapi sel-selnya akan tetap bekerja untuk menggantikan sel yang mati disebabkan oleh umur yang tua atau rusak. Ketika beberapa bagian dari sel cerviks untuk menggantikan sel tua atau yang rusak menjadi normal, prosesnya akan diawasi secara ketat. Kadang-Kadang suatu sel abnormal mungkin akan berkembang dan tak bisa dikuasai dan inilah yang akan kemudian membentuk suatu tumor. Suatu tumor biasanya berbentuk seperti benjolan, dan tidak mesti berarti kanker karena kebanyakan benjolan bukan kanker. Jika suatu tumor hanya berkembang dalam area lokal, itu disebut benigna dan bukan kanker, sedangkan jika tumor mempunyai kemampuan untuk menyebar ke area lain di seluruh tubuh, maka disebut maligna dan ini merupakan kanker. Kanker cerviks dimulai hanya oleh satu sel tunggal, tetapi sel ini dengan cepat berkembang membentuk banyak sel kanker yang serupa, yang masing-masing berkembang lagi. Secepatnya, jika tidak diobati, sel-sel ini akan mendorong sel normal keluar, maka tumbuhlah suatu tumor yang besar, dan menyebar ke area tubuh lain hingga akhirnya membunuh pasien tersebut.
II. INSIDENSSetiap tahunnya di Amerika Serikat sekitar 14,500 pasien baru menderita kanker cerviks dan mengakibatkan kematian sekitar 8,000 wanita. Pre-kanker dalam cerviks jauh lebih umum, mempengaruhi sekitar 59,000 Wanita-Wanita Amerika setiap tahun dan ditunjukkan oleh suatu pap smear yang abnormal. Pada beberapa pasien, pre-kanker dalam cerviks dapat berubah dan berkembang menjadi kanker cerviks. Rata-rata umur pasien adalah 50 tahun, tetapi penyakit telah dilihat pada pasien berumur dari 17 sampai 90 tahun.III. ETIOLOGISeperti umumnya kanker yang lain, penyebab kanker cerviks belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang bisa menjadi faktor resiko, di antaranya :<!–[if !supportLists]–>1) <!–[endif]–>Wanita merupakan faktor resiko paling besar untuk kanker yang cerviks.<!–[if !supportLists]–>2) <!–[endif]–>Kelompok pasangan seksual (Pria) yang berganti-ganti.<!–[if !supportLists]–>3) <!–[endif]–>Pasangan seksual yang belum disirkum.<!–[if !supportLists]–>4) <!–[endif]–>Virus yang menular secara seksual seperti Human Papilloma Virus (HPV), ditemukan pada sekitar 50% pasien.<!–[if !supportLists]–>5) <!–[endif]–>Status sosial ekonomi rendah.<!–[if !supportLists]–>6) <!–[endif]–>Penyakit system kekebalan tubuh seperti AIDS.IV. KLASIFIKASIAda beberapa tipe dari kanker cerviks, dan perawatan yang mungkin berbeda tiap tipe :<!–[if !supportLists]–>1) <!–[endif]–>Karsinoma sel skuamosa merupakan jenis yang paling umum, sekitar 85% dari kanker cerviks yang berada pada daerah paling luar dari porsio cerviks yang menonjol ke dalam vagina itu. Dan ini sebenarnya merupakan variasi klasik dari kanker cerviks.<!–[if !supportLists]–>2) <!–[endif]–>Adenokarsinoma yang meliputi sekitar 10% kasus dan cenderung meningkat. Ini bearawal pada bagian yang lebih dalam dari porsio cerviks, dari jenis yang sama dengan lapisan sel uterus. Clear cell kanker adalah suatu subtype adenokarsinoma.<!–[if !supportLists]–>3) <!–[endif]–>Tipe mixed meliputi 4 % dan termemasuk adenosquamous ( dengan unsur-unsur adenokarsinoma dan Karsinoma sel skuamosa ) dan Glassy cell kanker.<!–[if !supportLists]–>4) <!–[endif]–>Tipe yang jarang ( kurang dari 1%) termemasuk kanker neuroendokrin ( Carcinoid dan Small sel) yang mirip dengan kanker paru-paru dan traktus digestivus, lymphomas (timbul dari sel imun) dan sarkomas ( timbul dari lemak, sel otot atau tulang rawan). Kanker mungkin menyebar ke cerviks dari area yang lain.Kanker cerviks merupakan salah satu dari kanker atau jenis yang paling umum pada wanita-wanita muda dan masuk banyak variasi. Kebetulan, riset terbaru telah membantu meningkatkan survival dan memberi harapan yang lebih dari yang pernah ada sebelumnya bagi mereka yang terkena kanker cerviks.<!–[if !supportLists]–>V. <!–[endif]–>DIAGNOSIS<!–[if !supportLists]–>a. <!–[endif]–>Gejala KlinikPermulaan dari kanker serviks biasanya tidak mempunyai gejala, perlu pendeteksian lebih awal. Gejala nyata yang paling umum adalah :<!–[if !supportLists]–>1) <!–[endif]–>Pendarahan ke dalam vagina; permukaan dari cerviks sangat lembut dan tumor dapat mudah berdarah. Sebenarnya, jika seorang perempuan mempunyai pendarahan vagina yang baru setelah menopause, total kemungkinan kanker kandungan adalah sekitar 30%, dengan 15% kanker cerviks.<!–[if !supportLists]–>2) <!–[endif]–>Vaginal Discharge, sering dari suatu kesalahan membaui dan warna hijau atau kuning. lebih mungkin suatu infeksi/peradangan, tetapi harus diselidiki.<!–[if !supportLists]–>3) <!–[endif]–>Nyeri pada cerviks , yang terasa ketika suatu tampon, jari atau penis dimasukkan ke dalam vagina itu. <!–[if !supportLists]–>4) <!–[endif]–>Gejala pada urine dilihat dengan mempercepat penyakit, tumor yang menyerang ke dalam vagina, dan secepatnya dapat menyumbat saluran kencing dan biasanya disebut uremia serta merupakan penyebab kematian paling umum dari kanker cerviks.<!–[if !supportLists]–>5) <!–[endif]–>Tanda penyebaran ke area lain dari tubuh termasuk pembesaran kelenjar getah bening dalam groin atau area tulang selangka (Virchow’s node) atau ketiak kiri (Irishe’s node). Terutama mungkin tersebar ke tulang, hati, paru-paru dan kelainan otak.<!–[if !supportLists]–>b. <!–[endif]–>Laboratorium
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Suatu Pap smear harus dilakukan pada tiap-tiap pasien yang diusulkan untuk mempunyai suatu hasil diagnosa kanker cerviks.
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Pasien harus disebut suatu dokter ahli kandungan untuk colposcopy, biopsi yang langsung, dan endocervical curettage.
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Mengikuti hasil diagnosa yang dibuat, sel darah lengkap dan kimia darah yang berkenaan dengan ginjal dan fungsi hati harus diusulkan untuk mencari kelainan dari metastase penyakit yang mungkin.
<!–[if !supportLists]–>c. <!–[endif]–>Radiologi
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Setelah hasil diagnosa dibuat, perlu suatu hasil foto..
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Suatu gambar hasil foto toraks dada harus diperoleh untuk membantu mengesampingkan metastasis yang berkenaan dengan paru-paru.
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>CT scan tulang panggul dan abdomen dilakukan untuk mencari metastasis dalam hati, nodus lymphatikus, atau organ tubuh lain dan untuk membantu mengesampingkan hydronephrosis/hydroureter.
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Pada pasien dengan tumor utama yang besar sekali ukurannya, enema barium dapat digunakan untuk mengevaluasi tekanan yang berhubungan dengan dubur yang disebabkan oleh keadaan luar dari massa yang cerviks itu.
<!–[if !supportLists]–>VI. <!–[endif]–>PENATALAKSANAAN
Terapi kanker cerviks bervariasi sesuai dengan dengan stadium penyakit tersebut. Untuk kanker invasive yang dini seperti stadium Ia, surgery adalah terapi pilihan pertama. Pada beberapa kasus, radiasi dikombinasikan dengan kemoterapi merupakan pengawasan standar yang sekarang dilakukan.
Stadium IB atau IIA
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Pada pasien dengan stadium IB atau IIA, pilihan terapi adalah radiasi eksternal dikombinasikan dengan brachiterapi atau histerectomi radikal dengan lymphadenectomi yang mengenai kedua panggul.
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Studi yang lebih mendalam sudah menunjukkan survival rate sama untuk kedua prosedur, walaupun studi seperti itu masih memiliki penyimpangan pemilihan pasien dan faktor pencampuran yang lain. Namun, suatu pengacakan terbaru menunjukkan keseluruhan survival rate..
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Data kualitas hidup, terutama pada area psikoseksual relatif belum cukup.
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Radiasi sesudah operasi pada tulang panggul mengurangi resiko kambuh lokal pada pasien dengan faktor resiko tinggi.
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Suatu percobaan pengacakan terbaru menunjukkan pasien itu dengan keterlibatan parametrial, nodus pelvis positif, atau garis tepi yang berhubungan dengan pembedahan positif bermanfaat bagi suatu kombinasi sesudah operasi dalam cisplatin-containing kemoterapi dan radiasi yang mengenai panggul.
Stadium IIB-IVA
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Pada Karsinoma cerviks (stadium IIB, III, dan IVA), radioterapi biasanya telah menjadi terapi pilihan pertama..
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Untuk penanganan dengan radiasi sendiri, survival rate 5 tahun dilaporkan berturut-turut untuk stadium IIB, III, dan IVA adalah 65-75%, 35-50%, dan 15-20%.
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Terapi mulai dengan radiasi eksternal untuk mengurangi massa tumor sehingga memungkinkan aplikasi intracavitary selanjutnya. Brachiterapi dikirimkan menggunakan aplikator afterloading yang ditempatkan dalam vagina dan cavum uteri.
Kombinasi Kemoterapi dan Radioterapi Untuk Kanker Cerviks
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Dilaporkan kemoradiasi yang berbarengan dapat berhasil baik dan telah merubah standar pengawasan pada kelompok pasien ini.
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Pada percobaan radioterapi kelompok Onkologi, 403 pasien dengan kanker stadium IB yang berukuran besar dan stadium IIB-IVA, juga radioterapi untuk panggul dan bidang para aortic atau radiasi mengenai panggul dengan cisplatin berbarengan dan fluorouracil. Survival rate keduanya dengan mantap lebih tinggi dalam kelompok yang menerima perawatan kombinasi.
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Pada percobaan yang diselenggarakan suatu Gynecologic Oncology Group ( GOG) untuk pasien kanker dengan stadium IIB, III, atau IVA, membandingkan kombinasi radiaterapi dengan 3 regimen kemoterapi yang berbeda ( cisplatin sendiri, cisplatin/5-fluorouracil/hydroxyurea, dan hydroxyurea sendiri). Keseluruhan survival menilai dengan mantap lebih tinggi dalam 2 kelompok yang menerima regimen cisplatin-containing.
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Pada percobaan GOG yang lain, pasien kanker dengan stadium IB yang berukuran besar sekali adalah pengacakan untuk salah satu radiasi yang sendiri atau suatu kombinasi cisplatin mingguan dan radiasi. Semua pasien mempunyai adjuvant hysterectomy. Kedua-Duanya disease-free survival dan keseluruhan survival menilai dengan mantap lebih tinggi dalam kelompok terapi kombinasi pada 4 tahun berikutnya.
<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Berdasarkan pada studi tersebut diatas dihasilkan, bahwa dengan menggunakan kemoterapi cisplatin-based pada kombinasi dengan radioterapi untuk pasien dengan kanker cerviks sekarang ini merupakan suatu pilihan yang layak.
<!–[if !supportLists]–>VII. <!–[endif]–>KOMPLIKASIKomplikasi yang dapat terjadi akibat dari radiasi yang diberikan antara lain :<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Sepanjang tahap akut radiasi yang mengenai panggul, melingkupi normal seperti isi perut, kandung kecing, dan kulit perineum sering terpengaruh.<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Efek Gastrointestinal yang kurang baik termasuk diare, abdominal cramping, rectal discomfort, perdarahan pada anus. Diare pada umumnya dikendalikan oleh salah satu loperamide ( Imodium) atau atropine sulfate ( Lomotil). Kecil, steroid-containing enema ditentukan untuk mengurangi gejala dari proctitis.<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Cystourethritis juga dapat terjadi, susah buang air kecil, frekwensi, dan nocturia. Antispasmodic biasanya adalah sangat membantu mengurangi gejala.<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>urine harus diuji untuk infeksi/peradangan yang mungkin terjadi. Jika terdapat infeksi pada traktus urinarius, maka terapi harus dimulai dengan segera.<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>Kesehatan kulit harus dirawat pada daerah perineum, biasanya terjadi eritema atau deskuamasi terjadi.<!–[if !supportLists]–>- <!–[endif]–>dampak radiasi yang terlambat pada umumnya nampak 1-4 tahun setelah perawatan. Dampak utama termasuk stenosis vagina atau berkenaan dengan rektum, malabsorption, dan cystitis kronis.<!–[if !supportLists]–>VIII. <!–[endif]–>PROGNOSISPrognosis kanker cerviks tergantung pada stadium penyakit. Secara Umum, survival rate 5 tahun untuk kanker stadium I lebih dari 90%, untuk stadium II adalah 60-80%, untuk stadium III kira-kira 50%, dan untuk stadium IV penyakit kurang dari 30%.DAFTAR PUSTAKA
<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Cervical Cancer, http://www.cancergroup.com/em14.html
<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Cunningham FG, Gant NF : Cervical Neoplasia, Williams Obstetrics, 21st Edition, Mc Graw Hill, New York, 2001. 1448 – 1451
<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Cervical Cancer, http://www.emedicine.com/med/topic324.htm
Categories:
Medical -
referat