Free Medical Articles, Downloads, Informations, News, Guides, Tips and Tricks, and more

Archive for May, 2008

Adjuvant Chemotherapy for Lung Cancer — A New Standard of Care

*) Ronald H. Blum, M.D.

In patients with cancer who undergo surgery with curative intent but who are known to be at risk for a recurrence, postoperative chemotherapy increases the chance of a cure. The basis of this adjuvant therapy rests on demonstrations in animal models that the presence of a small residual tumor rather than a large tumor is associated with a greater fraction of tumor cells that are growing, a greater fractional rate of cell death, a lower likelihood that tumor cells are drug resistant, and a higher cure rate. Subsequent clinical investigations have established proof of these principles for adjuvant chemotherapy in cancers of the breast, colon, and stomach, among others. But in the case of lung cancer — which is of particular importance, given the high associated mortality rate worldwide — randomized trials have not, until now, shown a statistically significant benefit of adjuvant chemotherapy after complete resection of non–small-cell lung cancer.

In this issue of the Journal, the International Adjuvant Lung Cancer Trial (IALT) Collaborative Group unequivocally concludes that “cisplatin-based adjuvant chemotherapy improves survival among patients with completely resected non–small-cell lung cancer.”1 In this study of 1867 patients who were randomly assigned to adjuvant treatment or observation, the primary end point of overall survival was significantly higher in the adjuvant-chemotherapy group (P<0.03), with a hazard ratio for death of 0.86 (95 percent confidence interval, 0.76 to 0.98) and an absolute increase in the five-year survival rate of 4.1 percent. Read the rest of this entry »

Posted in Uncategorized | No Comments »

Acute Chemical Emergencies

Stefanos N. Kales, M.D., M.P.H., and David C. Christiani, M.D., M.P.H.

Acute chemical emergencies can occur as a result of an industrial disaster,1,2 occupational exposure,3,4 recreational mishap,5 natural catastrophe,6 chemical warfare,7,8 and acts of terrorism.9,10 This article reviews the health effects most commonly associated with the short-term release of industrial and environmental substances and with the use of chemical weapons. We emphasize the application of empirical principles and the recognition of four clinical syndromes, or “toxidromes,” that are applicable to most scenarios of accidental release of chemicals and deliberate release as in acts of chemical terrorism. The classes of substances that correspond to these clinical syndromes are asphyxiants (e.g., cyanide), cholinesterase inhibitors (e.g., organophosphorus nerve agents), respiratory tract irritants (e.g., chlorine), and vesicants (e.g., mustard) (Table 1). The agents that cause each clinical syndrome require similar treatment.

Features of Selected Major Chemical Exposures

In accidental industrial releases, information about the presence of specific chemicals may be available from the personnel of the facility, safety officials, and other sources. In contrast, an act of terrorism is more likely to involve substances that cannot be immediately identified. Owing to the rapidity of the onset of similar symptoms in a group of persons or the close proximity of a group of persons to a release of hazardous materials, chemical exposures are more quickly recognizable than are exposures to biologic agents.11,12 However, in contrast to the period of latency that is associated with the effects of biologic agents, when serious chemical intoxication occurs, the window for effective therapy is often narrow. Furthermore, real-time identification of specific chemicals by means of environmental or clinical laboratory testing is difficult.13,14 Read the rest of this entry »

Tags: , , ,
Posted in Medical | No Comments »

Gangguan Campuran Anxietas dan Depresi

 *) Ashadi

 

PENDAHULUAN

Ansietas merupakan satu keadaan yang ditandai oleh rasa khawatir disertai dengan gejala somatik yang menandakan suatu kegiatan berlebihandari susunan saraf autonomic (SSA). Ansietas merupakan gejala yang umum tetapi non-spesifik yang sering merupakan satu fungsi emosi. Sedangkan depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya termasuk perubahan pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan, rasa putus asa dan tak berdaya, serta gagasan bunuh diri.

 

ETIOLOGI

Penyebab gangguan ini kurang jelas. Gejala muncul biasanya disebabkan interaksi dari aspek-aspek biopsikososial termasuk genetik dengan beberapa situasi, stres atau trauma yang merupakan stressor muneulnya gejala ini. Di sistem saraf pusat beberapa mediator utama dari gejala ini adalah. norepinephrine dan serotonin. Sebenarnya anxietas diperantarai oleh suatu system kompleks yang melibatkan system limbic, thalamus, korteks frontal secara anatomis dan norepinefrin, serotonin dan GABA pada sistem neurokimia, yang mana hingga saat ini belum diketahui jelas bagaimana kerja bagian-bagian tersebut menimbulkan anxietas. Begitu pula pada depresi walapun penyebabnya tidak dapat dipastikan namun biasanya ditemukan defisensi relatif salah satu atau beberapa aminergic neurotransmitter (noeadranaline, serotonin, dopamine) pada sinaps neuron di susunan saraf pusat khususnya sistem limbic Baca Selengkapnya

Tags: , ,
Posted in Medical, referat | No Comments »

Pitiriasis Alba

*) Ashadi

I. PENDAHULUAN

Pitiriasis Alba (PA) merupakan suatu kelainan kulit yang biasanya terdapat pada anak-anak dan dewasa muda.1 Ditandai dengan adanya gambaran hipopigmentasi bulat sampai oval, makula halus. Bercak dalam berbagai ukuran biasanya diameternya beberapa centimeter, berwarna putih (tetapi bukan depigmentasi) atau merah muda terang.2,3 Biasanya bercak tampak jelas, tetapi mungkin dan sedikit meninggi diluar area hipopigmentasi.4

Pitiriasis alba memiliki banyak nama lain di antaranya : pitiriasis streptogenes, impetigo purpura, pitiriasis simpleks, pitiriasis sikka, dan eritema streptogenes.2

Pitiriasis alba merupakan kelainan kulit yang banyak ditemukan, ditandai dengan makula hipopigmentasi superficial yang seringkali tidak didahului gejala-gejala tertentu dan disertai adanya skuama halus.5 Pitiriasis alba merupakan tipe dermatitis non spesifik dengan penyebab pasti tidak diketahui. Ditandai dengan timbulnya bercak makula eritem di luar area depigmentasi.6 Baca Selengkapnya

Tags: , ,
Posted in Medical, referat | No Comments »

RUBELLA

*) Ashadi

I. PENDAHULUAN

Rubella atau Campak Jerman merupakan penyakit anak menular yang lazim biasanya ditandai dengan gejala?gejala utama ringan, ruam serupa dengan campak (rubeola) ringan atau demam skarlet, dan pembesaran serta riveri limfonodi pascaoksipital, retroaurikuler, dan servikalis posterior. Campak Jerman atau rubela ini biasanya hanya menyerang anak-anak sampai usia belasan tahun. Tapi, bila penyakit ini menyerang anak yang lebih tua dan dewasa, terutarna wanita dewasa, infeksi kadang?kadang dapat berat, dengan manifestasi keterlibatan sendi dan purpura. Dan bila bila penyakit ini menyerang ibu yang sedang mengandung dalam tiga bulan pertama, bisa menyebabkan cacat bayi waktu dilahirkan.

Rubella pada awal kehamilan dapat menyebabkan anomali kongenital berat. Sindrom rubella kongenital adalah penyakit menular aktif dengan keterlibatan multisistem, spektrum ekspresi klinis luas, dan periode infeksi aktif pascalahir dengan pelepasan virus yang lama Baca Selengkapnya

Tags: , , ,
Posted in Medical, referat | No Comments »

Kanker Cerviks

 *) Ashadi

I. PENDAHULUAN

Cerviks adalah porsio paling rendah dari uterus yang menonjol ke dalam vagina. Cerviks normalnya terbuka untuk sperma agar bisa mengalir ke dalamnya dan darah haid untuk mengalir keluar. Pada waktu pembukaan secara normal sangat sempit, yakni sekitar 4 inci ( 10 cm.) ke samping selama bekerja untuk memungkinkan kelahiran bayi. Ada otot cerviks kuat di sekitar dasar cerviks yang membuka untuk menjaga penutupannya.

Secara normal cerviks berhenti bertumbuh pada masa pubertas, tetapi sel-selnya akan tetap bekerja untuk menggantikan sel yang mati disebabkan oleh umur yang tua atau rusak. Ketika beberapa bagian dari sel cerviks untuk menggantikan sel tua atau yang rusak menjadi normal, prosesnya akan diawasi secara ketat. Kadang-Kadang suatu sel abnormal mungkin akan berkembang dan tak bisa dikuasai dan inilah yang akan kemudian membentuk suatu tumor. Suatu tumor biasanya berbentuk seperti benjolan, dan tidak mesti berarti kanker karena kebanyakan benjolan bukan kanker. Jika suatu tumor hanya berkembang dalam area lokal, itu disebut benigna dan bukan kanker, sedangkan jika tumor mempunyai kemampuan untuk menyebar ke area lain di seluruh tubuh, maka disebut maligna dan ini merupakan kanker. Kanker cerviks dimulai hanya oleh satu sel tunggal, tetapi sel ini dengan cepat berkembang membentuk banyak sel kanker yang serupa, yang masing-masing berkembang lagi. Secepatnya, jika tidak diobati, sel-sel ini akan mendorong sel normal keluar, maka tumbuhlah suatu tumor yang besar, dan menyebar ke area tubuh lain hingga akhirnya membunuh pasien tersebut. Baca Selengkapnya

Tags: , ,
Posted in Medical, referat | No Comments »

GEJALA, DIAGNOSIS DAN TERAPI TUMOR OTAK

 *) Ashadi

I. PENDAHULUAN

Tumor otak adalah suatu pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam otak. Yang terdiri atas Tumor otak benigna dan maligna. Tumor otak benigna adalah pertumbuhan jaringan abnormal di dalam otak, tetapi tidak ganas, sedangkan tumor otak maligna adalah kanker di dalam otak yang berpotensi menyusup dan menghancurkan jaringan di sebelahnya atau yang telah menyebar (metastase) ke otak dari bagian tubuh lainnya melalui aliran darah.(1)

Tumor otak dibagi menjadi dua tipe :

1. Tumor primer, yaitu tumor yang berasal dari dalam otak sendiri. Bisa berasal dari astrosit, oligodendrosit, ependimosit, fibroblast arakhnoidal, neuroblas-meduloblas.

2. Tumor sekunder, yaitu tumor yang berasal dari karsinoma metastasis yang terjadi di bagian tubuh lainnya, contohnya yang paling sering adalah yang berasal dari tumor paru-paru pada pria dan tumor payudara pada wanita. (2) Baca Selengkapnya

Tags: , , , ,
Posted in Medical, referat | No Comments »

Berlangganan Artikel

Masukkan E-mail Anda:

Delivered by FeedBurner





eXTReMe Tracker